dua ribu tiga belas sudah lunas?
Satu kita berharap janji-janji bertaburan mimpi-mimpi digantungkan toh itu semua gratis apa salah? dua tiga empat semangat membara ingin berada di garis terdepan tak kenal lelah haram jadi halal halal jadi haram lima enam tujuh delapan hidup terasa tak adil di mana Tuhan ketika dicari peluh bertetesan tapi selalu tak terjawab apa guna doa usaha sembilan sepuluh sebelas bedebah sudah segala cita-cita hidup terus berjalan bumi terus berputar buat apa bermuram durja masih bisa tertawa kan? dua belas dari satu sampai sebelas hanya dua belas mau ke mana di akhir dua belas? hanya menggantung dan mencaci harapan? atau terus berusaha menggapai satu-satu yang sebelumnya?