Palsu
Romantisme yang kau tawarkan tak lebih seperti ember buatan Cina. Berwarna-warni, bergambar lucu, dan bertuliskan kutipan kata-kata dengan tata bahasa yang sering kali memainkan otak. Apakah kita yang tak bisa berbahasa, atau justru dia yang salah menuliskannya. Dengan harga murah, ember Cina diobral oleh mendreng dari arisan ke arisan. Penuh tipu daya agar menarik perhatian birokrasi jajaran Bu RT serta anggotanya. Ada juga yang membeli hanya agar dapat memasuki status sosial satu tingkat di atas penjual lotek gang sebelah. Namun yang mereka beli hanyalah kepalsuan. Ember Cina tiga empat minggu sudah bocor, untuk cebok pun tak lagi nyaman. Gaji jerih payah suami menyuntik sumur habis untuk beli rokok, ember Cina, dan sayur lodeh lauk telur asin.