Posts

Showing posts from October, 2013

Aku tau segalanya tentang kamu

Aku tau segalanya tentang kamu aku mengenalmu sejak semester satu dari sahabatku yang berteman denganmu Aku tau segalanya tentang kamu sejak pertama bertemu aku diam-diam mengamatimu Aku tau segalanya tentang kamu aku tau motormu pun angka-angka penyusun plat nomormu Aku tau segalanya tentang kamu aku tau helmmu berwarna hitam dengan sticker abu-abu Aku tau segalanya tentang kamu aku tau jaketmu berwarna hitam dengan detail biru Aku tau segalanya tentang kamu warna sandalmu merek sepatumu semua polo shirtmu rokok favoritmu hingga hobimu di malam minggu Namun satu yang aku tak tau apakah kamu mencintaiku, atau sahabatku

Tentang "Aku dudu babu TA-mu"

Image
Sempat ada yang tanya tentang lirik "Aku dudu babu TA-mu". Sebelumnya, TA adalah Titip Absen, kegiatan yang dilakukan mahasiswa kalau nggak bisa datang kuliah. Sepertinya semua mahasiswa tau lah ya TA ini, meski mungkin dengan sebutan yang berbeda-beda. Tentang alasan kami menulis lirik "Aku dudu babu TA-mu", semua ini berawal dari Nabila yang emosi banget ketika ada seniornya yang pagi-pagi sekali sms nabila cuma untuk TA, alasannya: males. Jawaban Nabila (hanya dalam hati) adalah AKU DUDU BABU TA-MU! Yup, Nabila kalau sudah emosi memang seperti time bomb. Apa daya Nabila, seorang junior, nggak bisa marah-marah sama senior, yang ada dia marah-marahnya sama kita. Bukan marah sih, bete aja. Nggak dipungkiri saya pun pernah TA, jarang banget, bisa dihitung pakai jari satu tangan. Sungguh. Saya nggak melarang teman-teman saya TA. TA atau tidak kan tentang prinsip. Berani TA harus berani menanggung resiko, yaitu kalau ketauan dosen bisa dapet nilai E. Sebenarnya si...

Rindu Bisu

Aku merindumu dalam bisu Membeku aku memikirkanmu Tanpa peduli kau merinduku Atau kau telah melupakanku Yudhis dan Cancan

Aku dudu babu TA-mu

Rebo esuk aku tangi kawanan Ngecek hp ono sms Mataku isih blawur Tak kiro seko yangku Jebul seko seniorku Tulung TA-ke aku Tulung TA-ke aku Baji**r Aku dudu babu TA-mu Aku dudu babu TA-mu Kuliah kuwi sing rodo niat Mesakne wong tuwamu Tangi isuk mung titip TA Mbok mending aduso kono Gek ndang cak-cek Mangkato kuliah Baji**r Kasil selo Yudhis, Nabila, Punta, Cancan

Berujung kamu

Semua berujung kamu Dia, dengan sejuta alasan untuk kusukai Dia, senior dengan sebaris junior yang menanti Iya, dia juga membuatku ikut mengantre Berharap, mungkin saja dia mau menyapa, meski hanya sekali Lelaki seperti dia tak lama di hati Hanya untuk euphoria sesaat, di tengah lamunan siang hari Dia, berbeda dari biasanya, pandai bermain kata Dia ini ada dua Dia berkawan, selalu bersama Dia selalu berkata apa adanya, untuk yang pertama Dia selalu berkata penuh bunga, untuk yang kedua Kata-katanya melambungkan aku, terbang melayang di udara Muda penuh tawa, tak banyak berpikir, mengalir saja Namun, apakah itu yang aku tanya Tidak, aku butuh dewasa Dia, yang selera musiknya menghentak Dia, wajahnya kalem, pakaiannya sopan. padahal anak metal, tak tampak Hatinya lembut, memberikan perhatian seperti seorang kakak Apa daya dewi cinta tak berpihak Ia telah mencintai wanita lain, yang akan dinikahinya kelak Dia, dikenal semua sebagai lelaki pejalan Dia, mendaki ke ...

"Happy Habitat" (hasil rame-rame, sambil senang-senang) in BIOARTNERGY #2

Image
"Happy Habitat" Berawal dari proyek BIOARTNERGY tahun 2012, akhirnya saya beride untuk membuat sebuah space untuk menunjukkan hasil interaksi mikroba yang akhirnya bisa menjadi tempat hidup bagi mikroba dan kehidupan lainnya di proyek berikutnya, yaitu BIOARTNERGY #2. Lumut merupakan hasil interaksi jamur dan bakteri yang akhirnya bisa menjadi tempat hidup bagi mikroba dan makhluk lain. Dari sini, saya mencoba membuat terarium lumut sederhana.  Mikroba lain tersebut digambarkan dengan foto-foto hasil penelitian kakak-kakak angkatan saya yang digantung di sekitar lumut. Ada juga kecambah kacang-kacangan yang saya tumbuhkan di lumut, mewakili makhluk bersel banyak yang kehidupannya dibantu oleh keberadaan lumut. Semua senang karena adanya interaksi antara jamur dan bakteri. Tembok di belakang, adalah perwakilan dari berjuta-juta mikroba yang telah teridentifikasi :) Me in "Happy Habitat" wall Thanks to your ideas, your hands, your sweat, your laugh ...

Surat angin berwarna putih

Halo, lama kita tak bertemu bayang wajahmu kian menghilang tergantikan dengan yang lain mimik-mimik lama namun baru kukenal dalam rutinitasku Kamu datang dibawa angin menyodorkan surat berwarna putih bersih seperti biasa, namun tidak sewajarnya biasa menjadikanku yang pertama tak sewajarnya karena surat kali ini berwarna putih bersih Kubuka surat darimu di tengah keramaian seketika hening hanya terdengar lagu tentang keabadian dan untaian keindahan dalam goresan pena tentang aku Kututup surat darimu Tidak ada yang salah, bagus sekali malah Maaf, putih bukan warnaku Siapa aku? Kenalkah kamu? Dan aku tidak mau jika kamu mengenalku lebih Terima kasih

MERBABU

Image
At one of the tops of Merbabu: Puncak Syarif View from pos 2,5, where we camped for 1 night Me, by Bani Breakfast Lunch View from Jembatan Setan President of Student Association in my faculty: Hanafi Biyatna My besty: Kartiko Dananjoyo Friend from the other team: Mas Ander Teman mendaki dari satu tim (ki-ka): Eka, Riski, Derry, Hanafi, Rifki, Joyo Micro Babes (ki-ka): Nabila, Bani, Mbak Ian, Me Derry loves Indonesia Enjoying Sunset: Jodie