Posts

Showing posts from December, 2013

dua ribu tiga belas sudah lunas?

Satu kita berharap janji-janji bertaburan mimpi-mimpi digantungkan toh itu semua gratis apa salah? dua tiga empat semangat membara ingin berada di garis terdepan tak kenal lelah haram jadi halal halal jadi haram lima enam tujuh delapan hidup terasa tak adil di mana Tuhan ketika dicari peluh bertetesan tapi selalu tak terjawab apa guna doa usaha sembilan sepuluh sebelas bedebah sudah segala cita-cita hidup terus berjalan bumi terus berputar buat apa bermuram durja masih bisa tertawa kan? dua belas dari satu sampai sebelas hanya dua belas mau ke mana di akhir dua belas? hanya menggantung dan mencaci harapan? atau terus berusaha menggapai satu-satu yang sebelumnya?

Untuk Ibu

Dari jemarimu aku teringat kamu yang setiap pagi mengelus tanganku membangunkanku subuh, sudah dengan teh hijau di meja kayu tapi sering hanya kujawab dengan menutup lagi selimut tebalku Dari telapakmu aku teringat bau daun bawang yang kamu cincang untuk menyediakan aku makan siang yang sering tak kumakan, karena aku belum pulang Dari bibirmu aku teringat kata-kata bijak yang kamu berikan ketika aku berkeluh kesah tentang hidup, tentang angan-angan seiring dengan senyummu, kamu berkata bahwa ada usaha di balik semua keberuntungan Dari matamu aku teringat sorot mata hangat yang membuatku mantap saat aku membutuhkan penyemangat agar cita-citaku tak menguap sorot mata itu pula yang mengantarkanku terlelap ketika bebanku meluap Dan dari semua bagian itu, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usiamu garis-garis di sekitar jemarimu, telapakmu, bibirmu, matamu, dan semua bagian tubuhmu pun semakin bertambah, semakin membuatmu sayu namun ci...

tiga kata sederhana

Image
"Aku cinta kamu" Apa kamu yakin mencintaiku? Apa kamu telah mengenalku dengan baik? hingga kamu mencintaiku Aku tau kamu tau benar warna kesukaanku kamu beriku bunga mawar merah tepat seperti dugaanku Tengah malam tadi kamu beriku lagu-lagu cinta mengantarkanku tidur tepat seperti dugaanku Cinta hanya sekali jangan sia-siakan tiga kata sederhanamu untuk seorang yang baru saja kamu kenal atau untuk seorang yang hanya jadi pelarian aku tau kita saling kenal tapi aku hanya pelarian selalu sebagai pemain cadangan

Malam

Image
Malam sudah terlalu malam aku berkendara pulang menuju batas kota menembus dingin Jalan yang kulewati sepi diam namun bercerita menyimpan kata-kata untuk diimpikan aku tau dia lelah aku tau dia ingin terlelap Sayup-sayup matanya sedikit terpejam namun masih harus terjaga mengantarkan hidup beberapa orang entah yang terpaksa atau yang berkuasa Di sini aku berada di batas kota melewati udara yang siap mengembun memarkirkan tubuhku terdiam, dengan banyak cerita

Sakral, Suci

Namamu begitu sakral disebutkan banyak yang mengartikannya bias hingga mereka ada pada puncak puas ada yang merintih sehingga berikutnya tertatih ada pula yang tertawa liar, terdengar seperti di hutan belantara Namun bagiku kamu suci akan kutemui ketika telah saling mengunci dengan ikatan oleh Tuhan bersama doa-doa tiap hembusan raga kita bersatu terasa dingin, sedingin batu ketika majemuk telah menjadi tunggal kehangatan akan meraba, meski terasa janggal

Menulis dan Menghapus

Aku masih di balik tanda tanya menerka apa yang terjadi di antara spasi dan kata pada paragraf yang belum selesai Banyak abjad tertera apa guna? adakah artinya? apa hanya tertuang tanpa makna? Maka aku kembali menulis dan menghapus berputar dalam wacana yang tak jumpa nyata mencoba melompati satu dua kalimat sekaligus berjudi bila saja menemukan titik, namun tidak koma