Sakral, Suci

Namamu begitu sakral disebutkan
banyak yang mengartikannya bias
hingga mereka ada pada puncak puas
ada yang merintih
sehingga berikutnya tertatih
ada pula yang tertawa
liar, terdengar seperti di hutan belantara

Namun bagiku kamu suci
akan kutemui ketika telah saling mengunci
dengan ikatan oleh Tuhan
bersama doa-doa tiap hembusan
raga kita bersatu
terasa dingin, sedingin batu
ketika majemuk telah menjadi tunggal
kehangatan akan meraba, meski terasa janggal




Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?