Surat angin berwarna putih

Halo,
lama kita tak bertemu
bayang wajahmu kian menghilang
tergantikan dengan yang lain
mimik-mimik lama namun baru kukenal dalam rutinitasku

Kamu datang dibawa angin
menyodorkan surat berwarna putih bersih
seperti biasa, namun tidak sewajarnya
biasa menjadikanku yang pertama
tak sewajarnya karena surat kali ini berwarna putih bersih

Kubuka surat darimu di tengah keramaian
seketika hening
hanya terdengar lagu tentang keabadian
dan untaian keindahan dalam goresan pena
tentang aku

Kututup surat darimu
Tidak ada yang salah, bagus sekali malah
Maaf, putih bukan warnaku
Siapa aku? Kenalkah kamu?
Dan aku tidak mau jika kamu mengenalku lebih

Terima kasih

Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?