Berujung kamu

Semua berujung kamu

Dia, dengan sejuta alasan untuk kusukai
Dia, senior dengan sebaris junior yang menanti
Iya, dia juga membuatku ikut mengantre
Berharap, mungkin saja dia mau menyapa, meski hanya sekali
Lelaki seperti dia tak lama di hati
Hanya untuk euphoria sesaat, di tengah lamunan siang hari

Dia, berbeda dari biasanya, pandai bermain kata
Dia ini ada dua
Dia berkawan, selalu bersama
Dia selalu berkata apa adanya, untuk yang pertama
Dia selalu berkata penuh bunga, untuk yang kedua
Kata-katanya melambungkan aku, terbang melayang di udara
Muda penuh tawa, tak banyak berpikir, mengalir saja
Namun, apakah itu yang aku tanya
Tidak, aku butuh dewasa

Dia, yang selera musiknya menghentak
Dia, wajahnya kalem, pakaiannya sopan. padahal anak metal, tak tampak
Hatinya lembut, memberikan perhatian seperti seorang kakak
Apa daya dewi cinta tak berpihak
Ia telah mencintai wanita lain, yang akan dinikahinya kelak

Dia, dikenal semua sebagai lelaki pejalan
Dia, mendaki ke tempat tinggi, menggoda tantangan
Penuh petualangan, mencari pengalaman
Pesonanya tak terelakkan
Banyak pengagum, tapi tak pernah ada yang mengutarakan
Tapi aku tahu dia mementingkan kawan
Dia tidak akan menjadikanmu lawan

Ya, semua berujung di kamu
Meski ada saja cerita bersama dia dan dia yang mengharu biru
Meski ada saja surat di tangan yang membuatku beku
Tapi, semua mengingatkanku padamu
Semua selalu kembali pada bayangmu
Daya tarik apa yang kamu luncurkan padaku?
Obat apa yang kamu suntikkan di tubuhku?
Hingga aku rela bercumbu hanya dengan kelabu
Menantimu yang tak jelas apa benar mencintaiku



Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?