Ke mana kaki kan membawaku

Oh, penat telah menemaniku
berlembar-lembar gelisah tersimpan
tak terluapkan
kini kamu datang menghampiriku

Kau datang dengan sejuta semangat
meraih tanganku
ku tanya ke mana kita?
kau hanya jawab
ke mana saja,
ke mana kaki kan membawaku

Warna-warni awan senja di hadapan kita kini
kumpulkan kayu bakar
nyalakan api unggun
mari mainkan ukulele
menari bersama di atas sabana

Hei, jangan diam saja
bersiaplah dengan langkah selanjutnya
usahakan halaman baru kita
dan selanjutnya
kita rayakan
bersama kaki
yang akan membawa kita ke mana-mana

Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?