Typisch Nederlands voertuig: FIETS

Seperti yang teman-teman mungkin sudah tau, Belanda dikenal sebagai negeri kincir angin. Di setiap kota hampir pasti bisa ditemukan kincir angin meskipun sudah nggak berfungsi lagi sebagaimana mestinya, alias hanya untuk pajangan. Tapi yang juga perlu diketahui adalah kendaraan yang umum digunakan di Belanda adalah FIETS! Sepeda!

Den Haag, the end of September 2017

Populasi sepeda di Belanda adalah 13 juta, yang mana berarti hampir setiap orang di Belanda punya 1 sepeda. Didukung dengan landscape Belanda yang hampir datar dan rata tanpa bukit, lembah, apalagi gunung, bersepeda sangat menyenangkan di sini. Ke mana-mana lebih mudah naik sepeda. Banyak jalan yang harus memutar kalau naik mobil. Yang naik mobil menghabiskan waktu 20 menit dan menghabiskan bensin karena harus muter lewat highway, naik sepeda cukup 10 menit karena bisa membelah taman atau lewat kompleks kampus.

Utrecht, circa summer 2017

Di belanda, bersepeda nggak bikin kita punya alasan untuk nggak bisa bawa barang bawaan banyak. Ada teknologi yang namanya bakfiets, yaitu gerobak yang terintegrasi dengan sepeda. Biasanya kalau rumah tangga punya bakfiets pribadi. Kalau student biasanya bisa nyewa ke rental bakfiets atau pinjam ke teman yang punya (yang terakhir ini favorit mahasiswa internasional maupun lokal. Hehehe). Dengan bakfiets ini, apapun bisa dibawa! Ada yang ukurannya muat 1 bedframe (yang sebesar ini biasanya nyewa di IKEA), ada juga yang ukurannya kecil. Kalau cerdas, cerdik, dan mantan anak pramuka, bakfiets yang kecil ini pun bisa dipake buat bawa sofa ukuran 4 orang (teman saya ada yang memiliki kemampuan super ini). Pengalaman pribadi, aku bisa bawa lemari 1 pintu setinggi sekitar 2 meter pakai bakfiets kecil (Proud!)

Selain itu ada juga teknologi mutakhir bernama tas sepeda. Jujur, tas sepeda ini kebutuhan saya sehari-sehari. Sangat membantu ketika belanja atau ketika barang bawaan kuliah lagi banyak-banyaknya. Biasa sih sepeda yang pakai tas sepeda ini sepedanya mahasiswa internasional yang naik sepedanya belum jago, masih butuh 2 tangan untuk mengendarai sepeda. Mahasiswa belanda jarang yang sepedanya pakai tas sepeda. Mereka lebih memilih menggunakan keranjang sepeda di depan sepeda mereka. Kalau saya sih, andai bisa dan nggak mager masangnya, saya juga kepengen masang keranjang sepeda biar sekali jalan bisa bawa banyak barang tanpa bantuan orang lain.

Puspita, sepeda yang udah nemenin aku 1 tahun. Pake tas sepeda biar bisa bawa barang banyak sekali jalan.

Dengan jumlah sepeda yang sangaaaat banyaaak, tingkat pencurian sepeda pun ga sedikit. Sangat sering! Rata-rata teman Dutchku sudah pernah kecurian sepeda. Enggak jarang juga ada pengumuman sepeda hilang di facebook group. Ada teman yang pernah ngamuk-ngamuk di Lab karena pagi-pagi buru-buru meeting dengan Profesor jadi terlambat karena sepedanya dicuri. Inget banget mukanya merah, marah, dan mau nangis. Poor Vera. Sejauh ini, saya cuma kecolongan lampu sepeda aja. enggak berharap lebih.

Groningen, at the beginning of autumn 2017

Momen yang paling membingungkan adalah mencari tempat buat parkir sepeda. Hampir setiap pagi harus berjuang nyari tempat aman buat markirin sepeda karena kalau sepeda nggak di bike shed khawati sepedanya bakal dipindah sama petugas kampus. Selain itu, momen membingunkan berikutnya adalah nyari tempat parkir di stasiun. Beeuuhh kalau hari Sabtu atau Minggu siang, jangan harap bisa dapat parkir sepeda di bike shed dengan mudah. Harus ngakalin parkir sepeda. Diselip-selipin di antara sepeda lain atau diparkirin di lokasi yang lebih jauh biar aman nggak dipindahin petugas parkir.
Salah satu parkiran sepeda di kampus

Salah satu parkiran sepeda di Stasiun Groningen Hoofdstation. Parkirannya sampai tingkat 3. Banyak juga yang ga teratur naruh seenaknya di luar parkiran karena males (jangan dicontoh ya guys)

Naik sepeda juga nggak bikin romantisnya pacaran hilang. Bisa boncengan atauuuu gandengan dengan sepeda yang berbeda. Aku pribadi, dibandingin naik mobil, boncengan atau gandengan naik sepeda justru jauh lebih lucu dan romanti.

Aku berharap banget di Indonesia sarana dan prasarananya mendukung buat bersepeda untuk kegiatan sehari-sehari, nggak cuma ketika CFD. Kayanya banyak kok orang Indonesia yang sadar dengan lingkungan dan kesehatan sehingga pengen naik sepeda. Cuma takut keserempet kendaraan bermotor atau dimarahin pengendara bermotor karena nggak bisa cepet aja sih...


Mandatory photo: Posed in front of bicycles












Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?