Aku membawanya padamu, Sayang

Lihatlah rintik hujan malam ini
ingatkah hujan pertama
yang menitik di wajah kita berdua
pada malam itu

rasakan tiupan angin menerpa wajahmu
ia menghapus duka masa lalumu
yang telah menahun mengendap
di bawah naungan tergelap

dan hujan pagi ini akan berbeda, Sayang
matahari tetap tampak
burung berkicau
bersautan menyiulkan lagumu

aku membawanya padamu
warna-warni pelangi,
senja di sore hari,
deburan ombak menyentuh pasir pantai,
terkadang mendung yang tak ditengarai

aku membawanya padamu, Sayang
hanya untuk membuatmu merasakan debaran
yang tak kusangka telah jadi milikmu seorang

untuk hanya satu kekasih
yang tersayang



Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?