teman sesaat yang punya kenangan

Di bawah hujan
kulihat bayanganmu menjauh

Baru saja kita berkenalan
baru saja kita berlari bersama
menikmati air hujan
yang basahi tubuh suci kita
yang terkena percikan
tapi kita melayang berdua
di atas gumpalan awan
kaki tak menyentuh bumi
kita lupa kita hanya berangan

Lalu kita terbangun
Aku meraba mencari celah tangan
yang sesaat selalu menggandengku
kutersadar kita sesaat teman
di saat berikutnya kita lupa
bahwa kita pernah punya kenangan

Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?