BELENGGU

Aku terpekur
Menatap potret diri kita
Terbelenggu ikatan semu yang mengakar melewati kulit,
menembus jantung
tak bisa lepas, jika lepas maka mati
kosong dan tanpa arah

Aku terpekur
Menatap potret diri kita
Luluh dalam satu malam saja
Mencair
setelah beku selama 1000 malam
menatap bulan yang berbeda tiap siklusnya

Aku terpekur
Menatap potret diri kita
Kita kembali menangisinya tanpa air mata
hanya membatin
tersenyum pedih melihat bagaimana bermula
Tersenyum pilu melihat bagaimana akan berakhir

Tapi aku bahagia
Aku tahu
Kamu tahu
Kita tahu ada apa di ujung akar,
di balik sisi terang jantung kita

Aku pikir kita cukup membawanya
Mengingat saja
Ketika kita melihat bulan yang sama
di sisi yang berbeda

21112012

Comments

Popular posts from this blog

Berlin: a short yet sweet escape

Rijang

dua ribu tiga belas sudah lunas?